Sengaja saya mengambil tema tentang perekonomian China, berhubung hal ini sangat berkaitan dengan negara kita Indonesia yaitu mengenai FTA (Perjanjian Perdagangan Bebas) ASEAN-China.

Perkembangan ekonomi China semakin mencengangkan, lebih-lebih setelah mengambil alih Posisi Jerman sebagai eksportir nomor satu di dunia. Bertahun-tahun Jerman menduduki tempat teratas sebagai negara pengekspor nomor satu di dunia. Siapa yang tidak kenal mobil mewah Marcedes, perlengkapan rumah sakit dan telekomunikasi Siemens, atau mesin-mesin canggih berteknologi tinggi buatan negara pimpinan Ibu Angela Merker itu? Akan tetapi pada penghujung 2009, mahkota itu direbut oleh China, China juga mengalahkan Amerika Serikat sebagai pasar otomotif terbesar dunia pada tahun 2009.

China tidak hanya mengekspor benda-benda dengan wujud besar seperti mesin, tapi juga barang-barang kecil lain seperti kancing baju, jarum, dan mainan anak-anak. Semua itu dilihat dengan kasatmata di pasar tradisional Kairo, Mesir, hingga pasar suvenir di Australia. Sungguh sulit untuk tidak menemukan barang buatan China di tempat di manapun di muka bumi ini.

Satu julukan itu, memberikan manfaat yang sangat besar kepada China. Hanya satu julukan yaitu Negara Pengekspor Terbesar, menjadi negara pengekspor memberikan keuntungan yang banyak selain menambah devisa negara, negara pengekspor juga dapat mengurangi tingkat penganguran di negaranya misalnya China yang dengan mengekspor 30 juta potong kaus, berarti dapat menciptakan lapangan kerja untuk 10.000 orang. Dengan adanya 10.000 pekerja, berarti setidaknya ada sekitar 30.000 orang termasuk keluarga mereka, yang dapat meningkatkan kesejahteraannya. Keuntungan yang ketiga adalah mata uang mereka yaitu yuan yang semakin kuat.

Pertumbuhan perdagangan China tidak terlepas dari kemampuan negeri itu menjalankan paket stimulus ekonomi senilai 586 miliar dollar AS. Pemerintah China membangun infrastruktur jalan raya dan rel kereta api untuk menyerap banyak tenaga kerja di tengah krisis global.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang paket stimulus, Pemerintah Indonesia juga telah menganggarkan paket stimulus senilai 61,279 triliun untuk pemulihan perekonomian yang akan digunakan di tahun 2010 ini.

Di sini dapat kita lihat perekonomian China yang sangat kuat. China yang telah menggeser Jerman sebagai negara pengekspor terbesar sudah lama diramalkan banyak orang. Dan sekarang, China kembali lagi diramalkan untuk 50 tahun kedepan akan menggantikan posisi AS sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, dengan melihat perkembangan China selama ini. Yah…. let’s watch it later.