Di kampus, saya belajar tentang perdagangan Internasional, dan sepertinya hal ini berkaitan dengan judul tulisan saya tahun lalu yaitu mengenai “Menerima Tawaran FTA Asean-Cina, Benar atau Salah?” Opini yang saya keluarkan kemaren tentang Indonesia yang menerima perdagangan bebas tersebut adalah keputusan untuk ‘suicide’ alias bunuh diri, khususnya bagi produsen domestik, lebih jelasnya lihat tulisan saya kemaren. Tapi setelah saya mempelajari Perdagangan Internasional di mata kuliah Teori Ekonomi Mikro karangan Gregory Mankiw, menjelaskan bahwa ada beberapa keuntungan dari perdagangan bebas.

Seperti yang kita ketahui bahwa perdagangan bebas itu adalah perdagangan internasional (ekspor-impor) yang dilakukan tanpa menggunakan tarif atau kuota impor dari suatu negara tertentu. Sebelummnya saya akan menjelaskan mengenai apa penyebab suatu negara menjadi negara pengimpor atau negara pengekspor. Jika perdagangan internasional diberlakukan di suatu negara maka negara tersebut bisa menjadi negara pengimpor atau negara pengekspor.

Akibat Perdagangan Internasional:

Negara yang menjadi negara pengimpor itu disebabkan harga domestik (harga di negara tersebut) lebih tinggi dibanding harga dunia, sehingga para konsumen domestik lebih berminat untuk membeli barang impor (barang luar negri) karna harganya yang lebih murah, kemudin produsen domestik di sini terpaksa harus menurunkan harga produk mereka sebanding atau lebih murah dari harga dunia, agar produk mereka laku di pasar domestik. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi pihak konsumen domestik karena barang yang tersedia di pasar makin beragam dan murah tentunya. Lalu si produsen? tentu saja si produsen rugi karena mereka harus menurunkan harga barang mereka yang tedinya harga tersebut telah disesuaikan dengan biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi barang mereka, dan barang yang mereka produksi juga ikut menurun karena harga yang menurun (sesuai hukum penawaran).

Negara yang menjadi negara pengekspor itu disebabkan harga domestik lebih rendah dibanding harga dunia, para produsen domestik tentu saja akan menggunakan kesempatan ini, mereka akan menjual produk mereka ke luar negri dangan harga yang lebih tinggi. Untuk di pasar domestik sendiri, produsen domestik juga akan menaikkan harga barang domestik menyesuaikan dengan harga dunia yang lebih tinggi, karena mereka juga ga mau rugi donk… harga dunia tinggi mereka juga akan ikut menaikkan harga produk mereka lebih rendah atau sama dengan harga dunia, karna kalau lebih tinggi dari harga dunia, maka produk mereka ga akan laku. Lalu apa yang terjadi pada konsumen domestik? Konsumen domestik tentu saja akan rugi dan lebih menghemat karna harga barang domestik yang mahal akibat perdagangan internasional.

Sebenarnya saya mau membuat kuvanya di sini agar nampak surplus konsumen dan produsen, tapi berhubung saya ga pande buat kurva lewat komputer ya sudah la…

So, apa yang akan terjadi jika diberlakukannya perdagangan internasional yang menggunakan tarif pajak? Tarif pajak dikeluarkan oleh pemerintah bagi negara asing yang ingin mengekspor produknya ke suatu negara. Sebelumnya kita harus tahu apa penyebab penggunaan tarif tersebut, penggunaan tarif pajak yang dikeluarkan pemerintah adalah akibat hasutan mulut si produsen domestik yang merengek-rengek jika negara tersebut menjadi negara pengimpor. Oleh karena itu tawaran FTA asean-Cina itu sebenarnya sangat merugikan produsen tapi kalau kita telusuri lagi perdagangan internasional yang menggunakan tarif akan memberikan kerugian beban baku, sebagai akibat berkurangnya surplus konsumen setelah diberlakukannya tarif. Makanya, kalau bisa suatu negara harus berusaha menjadi negara pengekpor, bagaimana caranya? Perbanyak entrepreneur!

Akibat dari pemberlakuan tarif :

Harga barang yang diimpor (harga dunia) akan meningkat sebanyak tarif yang diberlakukan, karena tarif pajak yang dikenakan pemerintah kepada negara asing yang mengekspor barangnya ke pasar domestik, itu akan dibebankan ke harga jual, jadi tetap aja yang nanggung tarif tersebut ya si konsumen domestik.

Karna harga barang yang diimpor naik, maka harga domestik juga naik. Harga domestik yang tadinya sama dengan harga dunia, akan dinaikkan lagi oleh para produsen domestik.

Karna harga domestik yang naik, si produsen sumeringah lagi deh wajahnya. Mereka bisa memproduksi produk mereka lebih banyak daripada sebelum diberlakukannya tarif. Sedangkan si konsumen menurunkan jumlah permintaannya karana harga yang semakin tinggi.

Terjadi kerugian beban baku akibat produksi produk domestik yang berlebihan dan kerugian beban baku akibat konsumsi produk yang terlalu rendah

Nah, dah tau kan kerugian yang didapat akibat pemberlakuan tarif, hal ini juga kita rasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Down to date kalo nonton film!

KUOTA IMPOR

Kuota impor yaitu batasan dalam mengimpor barang, jadi batasan ini dikenakan untuk para konsumen domestik yang mengimpor barang dari luar negri.