1. Tahap masyarakat tradisional (the traditional society), dengan karakteristiknya:

  • Pertanian padat tenaga kerja;
  •  Belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi (era Newton);
  •  Ekonomi mata pencaharian;
  •  Hasil-hasil tidak disimpan atau diperdagangkan; dan
  •  Adanya sistem barter.

2. Tahap pembentukan prasyarat tinggal landas (the preconditions for takeoff), yang ditandai dengan:

  •  Pendirian industri-industri pertambangan;
  •  Peningkatan penggunaan modal dalam pertanian;
  •  Perlunya pendanaan asing;
  •  Tabungan dan investasi meningkat;
  •  Terdapat lembaga dan organisasi tingkat nasional;
  •  Adanya elit-elit baru;
  •  Perubahan seringkali dipicu oleh gangguan dari luar.

3. Tahap tinggal landas (the take-off), yaitu ditandai dengan:

  •  Industrialisasi meningkat;
  •  Tabungan dan investasi semakin meningkat;
  •  Peningkatan pertumbuhan regional;
  •  Tenaga kerja di sektor pertanian menurun;
  •  Stimulus ekonomi berupa revolusi politik,
  •  Inovasi teknologi,
  •  Perubahan ekonomi internasional,
  •  Laju investasi dan tabungan meningkat 5 – 10 persen dari
  •  Pendapatan nasional,
  •  Sektor usaha pengolahan (manufaktur),
  •  Pengaturan kelembagaan (misalnya sistem perbankan).

4. Tahap pergerakan menuju kematangan ekonomi (the drive to maturity), ciri-cirinya:

  •  Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan;
  •  Diversifikasi industri;
  •  Penggunaan teknologi secara meluas;
  •  Pembangunan di sektor-sektor baru;
  •  Investasi dan tabungan meningkat 10 – 20 persen dari pendapatan nasional.

5. Tahap era konsumsi-massal tingkat tinggi (the age of high mass-consumption) dengan:

  •  Proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa;
  •  Meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa;
  •  Peningkatan atas belanja jasa-jasa kemakmuran