QUESTION :

  1. Bagaimana peran Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
  2. Jelaskan bagaiman Steven Rubin menggambarkan struktur PABU di Amerika Serikat.
  3. Gambarkan dan jelaskan bagaimana struktur PABU di Indonesia.
  4. Jelaskan arti penting PABU guna memperlancar dan mengefektifkan komunikasi antara penyusun laporan dan pengguna laporan keuangan.
  5. Ada dikenal beberapa Equity Theory dalam teori akuntansi. Teori apa yang dianut dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan yang dianut oleh International Accounting Standard.
  6. Jelaskan ciri Propriertory Theory dibandingkan dengan Entity theory.
  7. IAI memasukkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (dengan sebutan Kerangka Dasar) dalam buku Standar Akuntansi Keuangan. Apakah Kerangka Dasar tersebut merupakan Standar Akuntansi Keuangan? Jelaskan.
  8. Sebutkan dan jelaskan karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan.
  9. Jelaskan tentang pengakuan unsur laporan keuangan.

ANSWER :

  1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu standar dalam penyusunan dan penyajian LK yang dikeluarkan secara resmi oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Dimana SAK merupakan bagian dari PABU. Peran SAK ialah sebagai pedoman, dasar, landasan yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Sedangakan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) adalah metode, prosedur, kebiasaan, konvensi (kesepakatan) yang dianggap dapat menjadi dasar/diterima secara umum dalam penyusunan dan penyajian LK yang tidak dikeluarkan secara resmi. Peran PABU ialah sebagai prinsip dalam penyajian dan penyusunan LK. PABU lebih luas daripada SAK, banyak praktek akuntansi yang tidak dijelaskan di SAK, praktek yng tidak dijelaskan tersebut dapat dijelaskan di PABU, ex: ketentuan debet di sebelah kanan dan kredit di sebelah kiri tidak dijelaskan dalam SAK, tapi dijelaskan dalam PABU berupa suatu konvensi. Jadi, kalau kita umpamakan seperti pedoman ummat Islam, SAK itu umpama Al-Quran dan PABU itu umpama Hadits, ex: tatacara sholat hanya terdapat dalam hadits.

2. Steven Rubin menggambarkan sruktur PABU di AS bagaikan rumah yang memiliki fondasi, yang disebut “House of GAAP”. Struktur GAAP tersebut terdiri dari atas fondasi dan beberapa tingkat/level. Makin keatas dan ke kanan maka tingkat otorisasinya (kekuatan untuk diterima umum) makin lemah. Agar struktur bangunan GAAP tersebut kuat dan kokoh, bangunan tersebut harus memiliki fondasi.

Urutan tingkat otorisasi dari yang terkuat hingga terlemah :

  1. FASB Statements, dikeluarkan oleh SFAS.
  2. FASB Intrepretations (IFAS)
  3. APB Opinion (thn ’59-’73), masih berlaku di AS dengan catatan selagi tidak bertentangan dengan FASB Statements.
  4. AICPA (Ikatan Akuntan Publik AS), yaitu penelitian dari pakar-pakar akuntansi.
  5. AICPA Industry Audit Guide, untuk industry tertentu yang mempunyai spesifikasi yang khas, ex: perusahaan perkebunan.
  6. AICPA Industry Accounting Guide
  7. AICPA Staf of Position, yaitu perkataan/pernyataan AICPA tentang suatu metode, prosedur yang mana yang jadi pedomannya.
  8. FASB Technical Bulletins
  9. AICPA Acc Inter
  10. Prealent Industry Practies, yaitu praktek akuntansi yang sudah sering muncul/sering digunakan.
  11. APB Statements, yanmg mengeluarkan 4 pernyataan.
  12. Paper, yaitu makalah-makalah yang dikeluarkan mengenai standar akuntansi
  13. Other Professional Pronounce, ex: AAA, NAA, SEC.
  14. FASB Concept
  15. Tex Book, buku ajar.

3. Struktur PABU di Indonesia memiliki 3 fondasi yang berbeda dgn AS yang hanya memiliki 1 fondasi saja. 3 fondasi itu ialah UUD ’45, Konsep Dasar, Kerangka Acuan Pelaporan Finansial Indonesia. Sama dengan PABU, makin eatas dan kekanan maka tingkat otorisasinya semakin melemah.

Urutan tingkat otorisasi dari yang terkuat hingga terlemah :

  1. PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)
  2. ISAK ( Intrepretasi)
  3. Buletin Teknis
  4. Peraturan Pemerintah Untuk Industri, khususnya industry yang memiliki transaksi khusus, ex: industi perkebunan.
  5. Pedoman/Praktik Akuntansi Industri
  6. Simpulan Riset Akuntansi
  7. Praktik, konvensi, dan kebiasaan akuntansi/pelaporan yang sehat, ex: kebiasaan, kesepakatan (konvensi) tentang letak D/K.
  8. Buku teks ajar, artikel, dan pendapat ahli.

4. Penyaji LK (perusahaan) -> menyusun dan menyajikan LK berdasarkan PABU

Pengguna LK (investor, kreditor, manajer, pemerintah, masyarakat) -> mengartikan dan menganalisis LK sesuai dengan PABU

Auditor -> mengaudit LK berdasarkan PABU.

Arti penting PABU ialah ketiga pihak tersebut dapat berkomunikasi dengan baik, karena memiliki kesamaan arti terhadap informasi LK.

5. Ada 5 teori ekuitas yaitu : Proprietory Theory, Entity Theory, Residual Equity Theory, Enterprise Theory, dan Fund Theory.

Yang dipakai oleh SAK dan IAS yaitu Entity Theory dan Enterprise Theory. Dianut karena kedua entitas tersebut sesuai dengan konsep akuntansi , entity business. Yaitu suatu perusahaan memiliki eksistensi nya sendiri dan terpisah dengan urusan pribadi pemilik perusahaan, oleh karena itu rumus yang digunakan yaitu: Asset = Liabilities + Equity. Rumus ini menggambarkan bahwa transaksi yang mempengaruhi pemilik ekuitas, harus dicatat karena mempengaruhi Asset, misal: pemilik perusahaan mengambil uang akan dicatat sebagai prive.

Enterprise Theory merupakan perluasan dari Entity Theory, Entreprise untuk perusahaan besar berjangka panjang yang kegitannya sangat berpengaruh terhadap masyarakat, sedangkan Entity kebalikannya.

6. Proprietory Theory :

Teori ini tidak dianut oleh SAK maupun IAS karena melenceng dari konsep akuntansi, yaitu entity business. Teori ini menganggap bahwa pemilik perusahaan yang menjadi pusat perhatian, bukan perusahaan. Maka rumus yg digunakan teori ini yaitu : Asset – Liabilities = Proprietory/Pemilik. Oleh karena itu, liabilitas sepenuhnya tanggung jawab P, dan Asset sepenuhnya dikuasai oleh P, Revenue langsung menambah kekayaan P, dan Expense langsung mengurangi kekayaan P, maka tidak ada istilah laba ditahan/laba yg belum dibagi.

Entity Theory :

Teori ini dianut oleh SAK maupun IAS karena sesuai degan konsep akuntansi, yaitu entity business.

7. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (dengan sebutan Kerangka Dasar) merupakan istilah baru dari Kerangka Acuan Pelaporan Finansial Indonesia. Maka Kerangka Dasar tersebut bukan merupakan Standar Akuntansi Keuangan, melainkan landasan untuk membuat SAK dan sruktur PABU.

8. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu:

  • Dapat Dipahami                           : suatu LK harus dapat dipahami bagi pemakai, oleh karena itu LK harus dibarengi dengan   catatan atas LK yang akan menjelaskan hal-hal yang perlu untuk dijelaskan agar dapat dipahami.
  • Relevan                                          : artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Keandalan                                     : dapat dipercaya dan dapat diandalkan kebenarannya.
  • Dapat diperbandingkan              : suatu LK harus dapat diperbandingkan antar periode, agar dapat mengetahui   kemajuan atau penurunan kualitas suatu perusahaan.

9.  Pengakuan Aset

Aset diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Aset tidak diakui dalam neraca kalau pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam perusahaan setelah periode akuntansi berjalan. Sebagai alternatif, transaksi semacam ini menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi.

Pengakuan Kewajiban

Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

Pengakuan Penghasilan

Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan kenaikan aset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini berarti, pengakuan penghasilan terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan aset atau penurunan kewajiban.

Pengakuan Beban

Beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau kenaikan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini berarti, pengakuan beban terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau penurunan aset. Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh (matching of costs with revenues).